Google+

Berhijablah yang sesuai bila belum bisa yang seharusnya

Leave a comment

July 23, 2015 by irmalida

image

Secara ‘action’ saya sepakat, kalau yang berhijab/ berkerudung/ berjilbab tidak serta merta ‘tanpa cela’, pun saya setuju bahwa tabiat/ perangai/ behaviour melenceng dari wanita ber-jilbab/kerudung /hijab ini tergantung akhlaknya, bukan salah jilbab/hijab/kerudungnya, tapi entah mengapa saya tidak pernah setuju statement : ” Paling tidak wanita tersebut sudah berhijab “, apakah wanita yg masih memamerkan lekuk tubuh dalam balutan baju panjang dan kerudung yg tersumbul konde punuk unta atau model hijab seperti rambut kepang atau baju ketat yg masih membentuk ukuran payudaranya itu layak disemat dengan title “masih lebih baik dibanding yg tidak berhijab”????

Saya pribadi sebagai wanita yg sedang berhijrah dan mencoba berhijab yang seharusnya pun merasa fenomena muslimah berhijab sekarang kok jadi agak gimana ya 🙂

Melihat beberapa wanita muslimah berhijab yang tidak sungkan merokok di public area, paling enggak bila sudah sangat addict dan sulit berhenti, merokoklah ditempat tersembunyi, didalam kamar dimana tidak ada yg melihat, malu sama hijabnya 😦

Melihat beberapa wanita muslimah berhijab yang tidak risih masih menggunakan pakaian melekat ketat membentuk badan dan bentuk payudara tersumbul tidak tertutup hijabnya 😦

Melihat beberapa wanita muslimah berhijab dengan perhiasan berlebihan layaknya fancy shop bahkan gems shop berjalan 😦

Astagfirullah… bisa ‘sesuai’ saja gak sih, gak perlu ‘seharusnya’, karena bicara masalah syariat bicara masalah ‘kesiapan total’, disaat kita masih perlu balancing dunia akhirat.

baca artikel dishare sama sobat saya Fitri istri Nunu tentang Opini seorang Katolik terhadap entah euforia ataukah fenomena ‘wanita muslimah berhijab yang sedang nge tren’ kok berasa malu ya 😦

karena kadang saya belum bisa benar-benar ‘sederhana’, disaat saya masih gemar sekali mengkoleksi pakaian berlabel ‘wow’, pun sesekali hobi sekali berpose bersama suami dan anak-anak saya walau gak pake bibir dimonyong2in, tapi paling tidak opini dari artikel dibawah ini menaruh alert positif bagi saya, paling tidak saya selalu ‘terjaga’ untuk tidak menjadikan hijrah saya ‘hanya sebagai tren’… usianya sebatas kala.

~ Hijab Gone Wrong ~

Hari ini gue pergi ke sebuah mall bergengsi di kawasan Jakarta Pusat untuk ketemuan sama temen kuliah gue. Jarang-jarang gue pergi ke mall itu di akhir minggu kayak hari ini, karena asumsi gue: pasti rame. Asumsi gue bener. Hari ini, mall itu penuh banget sama bule-bule. Gue ketemu sama temen kuliah gue, ngobrol sambil makan, terus gue pulang. Gue pulang lewat toko buku yang liftnya ngehubungin mall dengan salah satu gedung perkantoran dan gedung itu lebih deket ke halte busway.

Pas gue lagi nunggu lift,

gue ngeliat ada cewek pake hijab modifikasi yang menurut gue bikin dia keliatan kayak pake

sarang lebah. Bayangin aja dia pake hijab dua

rangkap, rangkap pertama dibikin jadi kayak rambut, rangkap kedua modelnya agak

transparan gitu warna biru tua terus dililit-lilitin di kepalanya dengan aksen berantakan. Buat gue sih keliatannya jadi kayak sarang lebah.

Sepanjang perjalanan pulang, gue terus mikirin

fenomena hijab ini, sampe gue sempet ngetwit beberapa pendapat gue. Tapi kayaknya kok nggak afdol ya kalo cuma disampein lewat Twitter, enaknya kalo nyerocos panjang lebar sekalian di blog. Jadilah gue berusaha mengingat poin-poin apa yang mau gue tulis di blog malam

ini. Semoga bisa jadi refleksi buat kalian semua, pembaca blog gue yang berhijab atau mau pake hijab.

Nggak dipungkiri lagi, mode hijab sekarang lagi ngetren banget di Indonesia. Buat gue yang minoritas, kerasa banget lho perbedaannya. Selama 4 tahun kuliah aja, entah berapa temen gue yang memutuskan untuk pake hijab.

Kemanapun gue pergi, naik apapun gue, selalu

ada anak muda yang berhijab. Gue sih menyambut perubahan ini sebagai sesuatu yang bagus, karena lihat dari segi positifnya sih

akhirnya banyak wanita Muslim yang mau menutup sesuatu yang disebut aurat di agama mereka. Diharapkan setelah pake hijab, kelakuan wanita Muslim juga lebih ke arah Muslim dan jadi contoh yang baik untuk masyarakat.

Tapi walaupun sepositif-positifnya gue, tetep aja gue ngerasain banyak banget dampak negatif dengan mode hijab ini. Bukan negatif secara agama, tapi negatif secara image. Gue ngerasa, hijab yang belakangan ini jadi mode, lama-lama malah dianggap sebagai aksesori semata. Kesan kesucian agamanya hilang karena makin banyak hijab yang dimodel-modelin.

Ya mulai dari punuk unta lah (ini model hijab yang paling gue sebel,emang enak ya ada cepolan tinggi di atas kepala lo?), bentuknya kayak rambut lah, macem-macem deh, gue sendiri juga nggak tau nama-nama modelnya apa karena ya emang nggak pernah pake hahahaha!

Mungkin modifikasi hijab ini dilakukan untuk menarik wanita Muslim untuk berjilbab, dengan pemikiran hijab bisa keliatan update dan bisa menjawab keresahan wanita Muslim yang pengen berhijab tapi takut nggak bisa keliatan modis lagi. Tapi gue nggak setuju tuh sama pemahaman kayak gini karena lama-lama laju modifikasi hijab terkesan makin nggak beraturan dan jadi nggak sesuai dengan norma-norma agama Islam yang ada. Ya harus sesuai norma Islam dong, itu kan perangkat agama.

Daripada hijab dijadiin komoditas mode, sekalian aja pake headscarf ato turban! Sama-sama penutup kepala dan bisa dibikin modis kan?

Contohnya aja deh. Misalnya beberapa tahun lagi selain tren hijab akan ada tren pake kalung salib atau hal-hal yang berkaitan dengan salib kayak kaos gambar salib, gelang dengan bandul salib, dan lain sebagainya. Gue, sebagai orang Kristen, pasti suka, karena gue ngerasa lambang agama gue diterima di masyarakat luas. Tapi gue akan jadi sebel kalo makin banyak orang yang menyalahgunakan pemakaian gambar salib, kayak misalnya muncul motif salib terbalik (yang di agama gue adalah simbol dari Antikristus), atau salib yang dimacem-macemin modelnya,

sehingga esensi kesucian dari salib itu hilang.

Lama-lama orang pake ornamen salib bukan

untuk semakin mengimani agamanya, tapi untuk gaya-gayaan. Nah, ini yang gue rasakan terhadap laju mode hijab yang makin lama makin cepat ini.

Perempuan Muslim lama-lama pake hijab bukan sebagai tanda patuh terhadap perintah agama, tapi cuma karena hijab lagi ngetren. Nanti kalo suatu saat tren hijab ilang, lalu mau diapain dong cewek-cewek Muslim yang pake hijab cuma buat aksesoris doang?

Masa disuruh lepas hijabnya?

Maafkan gue, tapi gue masih berpikir bahwa lo

pake hijab kalo lo merasa siap. Siap untuk apa?

Siap untuk berpakaian sederhana, siap untuk

nahan diri pamer badan lo ke masyarakat, siap untuk menjalankan hidup yang nggak sepenuhnya duniawi. Bahasa gampangnya? Siap mengerem diri pake celana skinny jeans dan baju ketat. Siap menolak kalo ditawari ngerokok atau minum. Kalo di agama Katolik, gue menganalogikan cewek yang siap pake hijab itu kayak cewek yang memutuskan untuk jadi

biarawati.

Kesamaannya terletak di kewajiban untuk menjalankan hidup sederhana. Tapi masalahnya banyak cewek jaman sekarang yang pengen keliatan mewah padahal pake hijab.

Yeeee, lu harus milih salah satu… karena pada dasarnya hijab itu menutup aurat lu dan menutup semua kekayaan lu supaya nggak dilihat dunia…

Padahal, kalo aja cewek-cewek itu mau nyari tau lebih banyak, ada kok cara-cara pake hijab yang sederhana tapi masih keliatan rapi dan mewah.

Mewah itu nggak perlu jadi kayak toko perhiasan berjalan kok. Lo punya temen cewek yang bajunya sederhana tapi keliatan rapi dan

mewah? Nah, tanyain caranya sama dia. Dengan pemilihan warna dan bentuk baju yang tepat untuk badan kita (tanpa harus ngeliatin lekuk tubuh), kita bisa keliatan rapi, sederhana tapi mewah dengan hijab yang (kata ustad) syar’i.

Actually you can have the best of both worlds,

you just gotta work more to achieve it.

Udah ah, sekarang gue mau menyerahkan

semuanya ke kalian. Pilih keputusan berhijab karena memang keputusan dari hati atau cuma pengen ikut-ikutan aja? Beneran siap nggak pake hijab? Karena hijab itu bukan sekedar tren.

Modifikasi hijab memang lagi tren, tapi esensi dari hijab sendiri adalah sebagai alat agama.

Suatu saat nanti bisa jadi hijab kembali ke bentuk dasarnya. Jangan sampe buta dan nggak bisa ngebedain tren dengan perangkat agama.

Pikir juga, apa yang akan lo lakuin kalo tren modifikasi hijab lenyap dimakan waktu? Bakal tetep pake hijab atau malah lepas hijab karena udah nggak tren lagi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

#RockinStat

  • 36,634 hits
%d bloggers like this: