Google+

Astagfirullah, Shalat Saya Selama ini Ternyata ….

Leave a comment

February 25, 2016 by irmalida

irmalida greenPernah dengar bunyi tawon tztztztztzzz… itulah gaya saya selama ini kalau membaca bacaan solat dari awal sampai akhir, saya bisa khusuk bacaan solatnya dan tidak seperti sekumpulan tawon kalau saya sedang depresi, terhimpit masalah bertubi dan takut-takutnya sama ALLAH, bahkan solatnya pun sampai menitikkan air mata, saking khusuknya, belum lagi gerakan solat saya yang tergolong cepat dan cenderung ngebut, di tahun ini saya mau belajar merubahnya, memulainya dari nol, seperti masa dimana hanya surat Alfatiha – An Nas – Al Falaq dan Al Ikhlas saja yang saya hafal, walau beranjak remaja hafal beberapa surat panjang, tapi lepas dewasa gaya membacanya pun jadi ngacir, apalagi kalau sudah Surat Ya Sin, seperti merasa ‘enteng’ karena sudah diluar kepala, secara sombong dengan sengaja saya kalau baca Ya Sin kaya yang he’eh aja, ngebut semua jeda ditabrak, beda sama waktu saya mendalami surat Ya Sin pertama kali di perkumpulan remaja mesjid dekat rumah di tahun 1988 an, disaat saya masih bisa di brain wash dengan kata-kata “DOSA ITU MEMANG TIDAK TERLIHAT TAPI DOSA YANG DIPERBUAT ITU NYATA GANJARANNYA DIAKHIRAT”, seiring usia, saya menyikapi kata “DOSA” pun dengan logika, dan mengamini pemikiran “ALLAH AJA PENGAMPUN MASA LO YANG SAMA-SAMA MANUSIA MENJUDGE SEENAKNYA, URUS AJA DIRI LO SENDIRI BARU URUSIN ORANG LAIN, GAK ADA YANG TAHU JUGA NANTINYA LO DI NERAKA APA SURGA, EMANG LO TAU DIMANA ITU DAN GIMANA RASANYA?” Astagfirullah. Seiring degradasi keimanan saya pun mulai melihat yang benar jadi ‘berlebihan’ dan yang salah jadi ‘benar’, tragis.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Jika engkau hendak shalat, sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadaplah ke arah kiblat, kemudian bertakbirlah. Lalu bacalah ayat Al Qur’an yang mudah bagimu. Kemudian ruku’lah sampai engkau tuma’ninah dalam ruku’mu. Kemudian bangkitlah sampai engkau i’tidal dalam keadaan berdiri. Kemudian sujudlah sampai engkau tuma’ninah dalam sujudmu, kemudian bangkitlah sampai engkau tuma’ninah dalam dudukmu. Kemudian sujudlah sampai engkau tuma’ninah dalam sujudmu. Kemudian lakukanlah hal tadi dalam seluruh shalatmu.”
(HR. Bukhari)

SAYA TERGOLONG PENCURI
Ternyata gaya solat macam saya itu yang tidak mengindahkan tata cara membuat saya sadar saya masuk klasemen PENCURI,
Orang yang terlalu cepat shalatnya, sehingga tidak tuma’ninah, Nabi Muhammad SAW telak menyebutnya sebagai orang yang mencuri ketika shalat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أسوأ الناس سرقة الذي يسرق من صلاته
“Pencuri yang paling jelek adalah orang yang mencuri shalatnya.” Setelah ditanya maksudnya, beliau menjawab: “Merekalah orang yang tidak sempurna rukuk dan sujudnya.”
(HR. Ibn Abi Syaibah, Thabrani, Hakim, dan dishahihkan Ad-Dzahabi).

Duh itu saya banget…
Menjadi PR besar saya untuk mulai shalat tuma’ninah selain tepat waktu juga. Mungkin terlambat untuk sadar, tapi saya merasa beruntung masih diberi kesadaran menyadari kekhilafan, apalagi setelah membaca tulisan Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman dan Abdul Aziz bin Abdur Rahman al Musanid, yang judulnya KESALAHAN DALAM SHOLAT YANG SERING TERJADI. Yaa Allah ampuni dosa saya yang baru tersadar, mulai malai saya akan informasikan point penting dalam buku tersebut ke Suami dan Anak-anak saya, agar pelan-pelan bisa kami benahi, berikut kesalahan-kesalahan tersebut:

1. Mengeraskan bacaan niat Nah ini, kadang karena exciting beribadah saya saja suka keceplos berniat dengan suara agak keras pas bagian “Usalli fardhu….” dan sisanya mulai memelan2. Bahkan anak saya pun tidak pernah saya tegur pada saat mereka niatnya dengan suara keras (*agar fokus dan tidak distract kali ya, maklum mereka masih menghafal) seperti “Usalli …Fardhu…Subhi …raka’ataini …adaan… lillahi… ta’ala”

2. Sebagian orang yang mengerjakan sholat membaca Al Fatihah, surat lain setelahnya, dzikir/bacaan ruku’, i’tidal, sujud, duduk, di dalam hati dan tidak menggerakkan bibirnya. Nah kalau saya masuk katagori komat-kamit tapi kengebutan mulai sekarang saya akan kurangi speed-nya dan ini bisa jadi bahan diskusi saya dengan suami, karena suami kalau lagi solat sendiri bacanya dalam hati.

3. Seorang yang datang ke mesjid untuk melakukan sholat berjama’ah. Ketika itu ia mendapati imam telah ruku’ kemudian ia langsung ruku’ bersama imam setelah melakukan satu takbir saja. Hmm, sering sih lihat begini, saya dan suami pun melakukannya bila berjamaah di mesjid kalau terlambat, pun anak-anak kami kami ajarkan seperti itu, Astagfirullah.

4. Tidak mengangkat tangan pada saat dimana terdapat hadits Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam yang menyebutkan disunnahkan mengangkat tangan ketika itu. wah kalau ini saya harus banyak menggali lagi.

5. Menunda-nunda takbirotul ihrom (bersama imam). Hiks ini yang sering terjadi sama anak-anak saya kalau sedang solat taraweh jamaah di mesjid, akan saya refresh lagi mereka supaya terbiasa menyegerakannya.

6. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri namun meletakkan kedua (terlalu) dekat dengan leher.

7. Sebagian orang ketika hendak melaksanakan sholat subuh, hal ini lebih terlihat lagi pada saat pelaksanaan sholat tarawih pada bulan Romadhon bersandar di tiang-tiang mesjid yang ada di belakangnya. Kemudian ia barulah akan berdiri ketika imam hendak ruku’. Hiks, ini saya banget jaman remaja… biar gak lama-lama berdiri, eh pas dewasa malah gak sempat taraweh jamaah kecuali hari libur ngantor, itu juga kalo gak kecapean nyuci baju seminggu, duh Irma!

8. Berlomba-lomba (agar mendahului imam) ruku’ dengan imam. Alhamdulillah kalo bagian ini sih enggak, yang ada malah Imam juga ngepot solatnya, nah kita yang udak-udakan ngejar dia, terjadi biasanya pas solat teraweh dan di cluster kami tinggal 23 rakaat, ampun deh.

9. Sebagian kaum muslimin ketika bangkit/berdiri dari ruku’ mereka mengangkat tangannya seperti mengangkat tangan ketika berdo’a yaitu mengarahkan telapak tangannya ke arah langit sedangkan punggung tangannya menghadap ke arah bawah serta menengadahkan pandangan mereka ke arah langit. Alhamdulillah kalau ini enggak.

10. Menunda-nunda bangun/bangkit dari ruku’ semisal ketika imam telah bangkit/bangun dari ruku’ (dengan sempurna -ed.) sedangkan makmum masih ruku’.

11. Sebagian orang yang sholat jika masuk ke mesjid dan imam sedang bangkit dari ruku’ atau sedang sujud sebagian orang menunggu imam tasyahud atau menunggu imam bangkit berdiri.

12. Tidak meluruskan punggung ketika ruku’ padahal ia mampu melakukannya. Astagfirullah, banyak nih yg begini dan saya juga kadang kalo lagi cape banget, kaya dilemesin aja jangan dilawan gitu posenya, Astagfirullah 😦

13. Sujud dengan menempelkan dahi saja ke tempat sujud tanpa mengikut sertakan hidung padahal tidak dalam keadaan darurat. Astagfirullah, saya lagi…. kadang saya begini apalagi kalo make up yang terpaksa kena wudhu harus dijaga biar gak beleberan, maklum kan pakainya produk middle-low jadi gak tahan gesrekan mukena, Yaa Allah…semoga mulai sekarang gak begini lagi Yaa Allah *malu*

14. Memejamkan mata saat melakukan shalat ,Saya banget juga, karena kadang saat mobile aktivitas luar kantor saya kerap solat dimana aja, ditempat kaya begimana aja, gak selamanya di tempat yang representative, jadilah biar konsen saya sering memejamkan mata

15. Tidak tuma’ninah saat melakukan shalat ,Saya banget lagi, tapi saya akan memulainya sekarang juga, memperbaikinya dengan maksimal, pun memberi informasi ke anak-anak saya dan suami saya sebenar-benarnya yang saya baca hari ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

#RockinStat

  • 36,634 hits
%d bloggers like this: